-Ag-'s posts with tag: ke
What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
Schoen = Cantik, bagus, indah. Statt = kota KKI = Keluarga Katolik Indonesia. Gerakan Schoenstatt = lihat disini http://www.schoenstatt.de/index_english.htmTtg Schoenstatt: Terletak di Vallendar dekat Koblenz di Jerman, merupakan tempat asal dari gerakan schoenstatt (Schoenstatt movement) yang dipelopori oleh P. J. Kentenich. Banyak orang datang kesana untuk berdoa di "Urheiligtum", kapel kecil, dimana Pater Josef Kentenich (1885 -1968) pada tanggal 18. Oktober 1914 bersama beberapa pemuda, "mengikat"kan diri, dengan Cinta Bunda Maria, Bunda Yesus dan Umat manusia. Kemudian, pecah perang dunia pertama. Pater Kentenich pernah dimasukkan ke "penjara" concentration camp" di Dachau. Ia meninggal pada tanggal 15. 9. 1968 di sakristi di gereja (Adoration Church) di bukit Schoenstatt, setelah merayakan misa dan memberkati rosario. Disana juga ia di"makam"kan. Sekarang ada kira kira 160 pusat gerakan ini. Setiap gerakan ditandai dengan adanya kapel kecil seperti yg ada di Schoenstatt. ------- Sabtu 3.5.2008 bersama KKI (ber 16 orang) kami ke kota Vallendar. Disana pusat gerakan Schoenstatt, yg didirikan oleh P.Josef Kentenich. Kami berangkat naik si ungu dari Bonn Hardtberg lewat BAB 61 ke Selatan. Di BAB 47 sempat kesasar, karena menuju ke Trier, padahal arah seharusnya Koblenz. Sampai disana, sdh menunggu teman2 dari KKI. Untung belum terlambat, dan sempat latihan satu lagu untuk misa. Waktu misa berlangsung,... ini air mata tak tahu malu... keluar dari tempat persembunyian, tanpa alasan. KKI menyanyikan satu lagu setelah komuni diiringi orgel yg kepontal pontal karena tak sempat latihan... Tapi suamiku bilang... ok banget lho... dan mendapat tepuk tangan dari umat. Setelah misa, foto - foto, lalu makan siang bersama. Jam 13:00 ke kapel kecil, berdoa singkat disana. Setelah itu berangkat ke bukit Schoenstatt. Di atas bukit itu ada tempat dimana kita dapat berdoa, ruang ex sakristi, dimana P.Josef disemayamkan (bukan dalam tanah). Setelah itu kami mengunjungi rumah lain, yang khusus dibangun utk menyimpan semua yg ditinggalkan oleh P. Kentenich. Lalu kami turun ke kota, dan menikmati kopi dan kue. Jam 16:30 ada doa bersama di gereja. 18:00 dengan si ungu kami pulang ke Bonn. ------- Yang menarik setelah baca baca di homepage Schoenstatt.de dan juga seperti yg diinfokan oleh suster adalah 1. Disana, tidak seperti tempat ziarah Lourdes, tidak pernah dinyatakan bahwa Bunda Maria menampakkan diri pada seseorang. Tetapi, banyak orang "secara pribadi" merasakan kehadiran Bunda Maria disana, sehingga mereka datang dan datang kembali kesana. Kebetulan ada teman kami yg juga sudah sering kesana dan mengalami keindahan disana secara pribadi. 2. Kata kunci :"Liebesbündnis" "Covenant of Love" ... apa ya bahasa indonesianya ? Pengalaman di Kana. Waktu Bunda Maria memperlihatkan "Guci" yang kosong kepada Yesus... dst dst dst Sebagai simbol, ada Guci didepan altar di kapel kecíl itu. Bunda Maria "care" kepada umat manusia.... dst dst. Sulit diceritakan ah... kalau ada yg tertarik sharing ... kirim pm aja ya Foto foto masih di camera. Capek, tadi ke Belanda, ke pasar malam. Juga ada berita duka dari semarang, kakak sepupu meninggal dunia... mendadak... baru makan ikan, lesehan... tiba2 berhenti bernafas. RIP Ci Vone
|  | With my husband in Luedenscheidt. I think, i am the youngest :D --- sebagian dari beberapa juta orang yg dipindahkan secara paksa pada pd II Kelompok ini yg berasal dari glatz. Sekarang daerah Polandia |
ini cerita lain lagi. KE minggu lalu minta dicarikan nomor telpon seseorang. Initialnya MC. MC ini penyanyi opera. Kira kira tahun 1950 KE melihat beliau pentas di satu kota di Jerman. Bukan kenalan... hanya tahu saja, bahwa beliau penyanyi opera. SOpranistin.
Saya cek dan cari nomor telponnya... ketemu satu MC di telefonbuch.de, seorang profesor. Saya berkata "ah tak mungkin beliau ini... pasti bukan yang dicari" Sedangkan di internet tentu banyak orang bernama MC. Walau hanya satu yang benar benar sopranistin.
Pendek cerita, KE yang tak kenal putus asa, menelpon ke nomor tersebut. Ternyata benar. Senang sekali.
Tadi kami dapat kiriman foto dan CD rekaman beliau. Kami sudah punya satu CD opera Carmen yang beliau nyanyikan. Belum saya lihat baik2... maklum, belum cuci tangan, takut kotor  Kalau diijinkan, pengen di foto ulang tuh. Walaupun foto yang dikirim foto lama (1950) MC sekarang berusia 80 an
oh ya, namanya Maria Croonen. Aku ikut senang.
Berkat Rahmat Tuhan dan doa teman teman: Perjalanan kami menyenangkan, dan kami selamat, dari bonn sampai Jakarta.
Kereta dari Siegburg berangkat tepat, dan dalam waktu kira kira 45 menit kami sdh tiba di Airport Frankfurt. (Kecepatan ICE sampai 300 Km/h) Jarak Siegburg-Frankfurt kira kira 150 km.
Check in di Kuwait Airways, penerbangan ke Jakarta dengan transit di Kuwait. Ceritanya, kami tidak diberi Boardingpass Kuwait - Jakarta, tetapi tiket diminta. Saya sedikit "tegang" ... tak ada apa apa di"tangan" yang membuktikan bahwa kami penumpang pesawat KU-JKT.
Setelah beradu argumen dan menunggu beberapa lama, kami mendapat boardingpass "tulisan tangan".
Pesawat ok, ada TV kecil di depan setiap kursi, dan tentu saja remote. Tetapi saya sedang "apes" , remote rusak (dan anehnya, mendapat remote rusak tidak hanya di penerbangan Frankfurt-Kuwait-Jakarta , tapi juga dan penerbangan balik ke Frankfurt. Rusaknya macam2, ada yg mesti di"congkel" pakai sendok supaya dapat keluar dari "sarang"nya di lengan kursi. Ada yang memang rusak, alias tak muncul gambar. Kebetulan duduk disamping saya seorang student dari Jerman, tapi dibelakang saya duduk TKW entah kerja dinegara mana.
Sebelnya, selama jam tidur, saya terbangun beberapa kali, gara gara kaki yang me"nonjok" pinggang saya. Minta maaf, pada Student disamping saya, yang kena pukul tanpa sengaja, "Putri" , yang kira kira berusia 25 tahun, saya tegur malah melotot ... "kenapa ?" katanya, padahal sdh saya sentil , sudah dipukul kecil. Mau lapor ke pramugari males.... (malu juga nih, sesama indonesia) ini lho fotonya, wajahnya ada di camera suami... karena dia yg demen "filmen"

Sesampai di Kuwait, pindah pesawat. Boardingpass tulisan tangan hampir tidak diterima. Setelah suami saya bilang ada "technical problem" di Frankfurt, baru mereka terima. Di Kuwait bergabung beberapa orang Indonesia. Ada Student dari Mesir, ada TKI. Ada beberapa TKW yang harus bolak-balik ke transitdesk, gara gara tiket tak beres. Kekuatiran kami dengan KU tak beralasan. Pesawat berangkat tepat waktu. Perlakuan ok ok saja. Hanya saja, kami memang mendengar beberapa petugas keamanan teriak2 .... entah omong apa ... kaga ngerti. Marah atau memang nada bicara mereka yang begitu.
Kami tiba di Jakarta tepat waktu. Adik saya dan temannya sudah menunggu. Setelah check in di Santika, kami diajak makan malam sebentar.  Sampai di hotel, idabaik, agungmbot dan sigitmbonk, sudah menanti. Mohon maaf ya... karena kami datang terlambat.
Tanggal 8.02.2008, pagi ADE dan BAYU berkunjung. Setelah itu datang Dian (adik sepupu) dan Mark adik saya, kami ke Taman Anggrek bersama Mark sekeluarga dan Dian + Tante Hen dan Andhika. Sampai jam 15:00, karena Karl ada janji pijit di Hotel. Malamnya dijemput menuju ke rumah Om. Hanya sebentar disana, melepas kangen, lalu balik ke hotel, karena ada janji dengan Dinar.
Tanggal 9 pagi, di tempat makan pagi ketemuan dengan Etiek Siera dan putranya Dede, datang juga Hans. Waktu cepat berlalu. Diantar Mark dan Lanny kami ke Bandara, untuk terbang menuju Semarang. Bayar Overweight di Garuda, 15 Kg (dapat kortingan 10 kg)
Foto2 yang lain akan di upload di album saja. belum sempet.
 tak ada kata tersisa kata kata habis ditelan pikiran. tak tertuang sama sekali. rindu... kangen... sebel.... senang ...  liat foto fotonya aja ya (lengkapnya seperti biasa di album) Keterangan foto Suasana Karnaval di Gemeinde. Kami hanya datang sebentar, karena ada acara dengan DWChor. Ada anak kecil, yg tiba tiba minta gendong, lucu dah, pakai pakaian tiger. Tgl 13.01.08 seperti biasa minggu kedua, misa di keluarga katolik indonesia di Cologne. Dibuatin nasi uduk sama Sis. Enak tenan, bahkan sisanya aja aku makan. Minggu ke tiga, tak ada foto, saya malas tidak kamera, padahal acara penuh. Jumat siang, pulang jam 11, tak enak badan, malamnya makan malam di Erna. Sabtu persiapan pulang, ada aja yg dikerjain. Malamnya diundang ke teman, nonton Foto liburan mereka ke india, sampai jam 1.30 pagi. Minggu ada 2 acara ´, ke Ariesta dan ke Oikumene. Ag bikin wajik, tapi terpaksa dibuang, karena jatuh bersama piring pirex besar ( pecah piring itu). Untung ada sisa sedikit di kotak plastik... akhirnya diberikan pribadi kepada Caaca.multiply.com yang datang di kebaktian oikumene bersama sis. Jam satu lebih dikit kami sudah di Ariesta, makan siang. Lalu berangkat sama sama ke Oikumene. Sempat latihan tang ting tong sebentar, untuk mengiringi kebaktian. Nyesel juga tak bawa camera.
Kami menantikan malam pergantian tahun 2007-2008 dengan menonton film Cowboy di TV, tanpa makan malam meriah (hanya bikin telur mata sapi utk suami dan saya ngemil puding). Jam 1 lebih saya baru tertidur. 1 Jan, tanpa direncanakan kami makan siang di haus schlesien, yg ternyata mengecewakan (makanan tak ada rasa).
2 Jan, kerja seperti biasa, bolos latihan koor, pusing.
3 Jan, ketemuan dengan ex kolega, ngobrol ngalor ngidul, sambil ngupi (sayang sekali saya lupa bawa "tustel"). 4 Jan, pulang kerja, santai dirumah
5 Jan, konsert dengan DW Koor di Koeln.
6 Jan, Minggu, jam 00:01 sudah dapat ucapan selamat dari suami. Hari sebelumnya dapat ucapan dari teman2 di MP. Setelah telponan sana sini dan membalas ucapan selamat, saya ke gereja.
Hari ini Gereja Katolik merayakan Epiphani, penampakan bayi Yesus kepada 3 raja. Di Jerman, anak2 berpakaian raja keliling dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan uang yg akan disumbangkan ke anak2 lain di seluruh dunia yg kekurangan. Kegiatan ini dilakukan tiap tahun, sejak 50 th yg lalu. Rumah yg dikunjungi diberkati dan dipintu ditulis C+M+B 2008
Cuaca sangat cerah. Kami dinner dengan beberapa teman dekat. Saya agak terusik, karena sebelumnya ada telpon dari seseorang yang mengingatkan saya harus "diet". Terimakasih diingatkan... tapi lha hari ini HUT, dan sudah pesan tempat untuk makan2.
Malamnya sempat Chat video dg mama dan ester. Anehnya, sebelum tidur, sempat ada rasa takut yang amat sangat, seolah olah kena "vonis". Ketakutan sambil nonton film horor di tv
Setelah ber HUT... hari hari sibuk mulai lagi, terutama di kantor.
Foto foto yang lain ada di Album
 Akhir minggu tsb. kami berdua ke Weinheim. Menemui PP dan beberapa keluarga yang saya kenal dari kunjungan 1988 dan 1992 ke Weinheim bersama Vocalista Sonora.  Weinheim / Bergstr. (kira-kira 45.000 penduduk) terletak di Baden-Württembergs. Dekat kota univ. Heidelberg. Terdapat 2 "Ruine" ("Reruntuhan" burg / istana) yang bernama Windeck (yang ada benderanya) dan Wachenburg, atau dikenal dengan "Zwei-Burgen-Stadt" - "Kota dengan 2 Burg" Kali ini kami tidak mengunjungi "Burg". Cukup melihat dari jauh. Kebetulan akhir minggu tersebut ada Kirmes (pasar malam) dan ilumination di Park.  Keluarga P dimana kami tinggal sudah membelikan tanda masuk (berupa kalung dengan bandul orang2an dari kayu warna hijau, meniup terompet )  dan gelas bier dengan gambar khusus. Jumat malam, setelah makan malam kami mengunjungi keluarga K. (foto ada di album lain) Sabtu pagi, ngobrol, siangnya masak 2 bungkus indomie rebus + irisan daun bawang + irisan sosis. Dimakan bertiga. Enak. Setelah makan, kami istirahat siang. Jam 16:00 bersama familie PP, kami ke Kirmes, tak lupa "berkalungkan tentara hijau berterompet". 30 menit jalan kaki, kami sampai di pusat kota Weinheim. Selain stand mainan seperti menembak, mobil2an untuk anak dan dewasa,  plorotan, ada beberapa stand minuman, makanan dan kerajinan. Karl dan PP naik "mangkok gantung" yang berputar. Entah apa nama indonesia, disini disebut Riesenrad (Roda raksasa) Setelah makan pommes (Kentang goreng" dan sosis, kami memasuki area Park. Area kirmes bebas, artinya tidak harus bayar. Tetapi harus bayar tiket masuk ke park didekat balaikota, dimana akan dipasang lampion dan ada iringan musik live. Tanda masuk berupa "kalung bertentara hijau kecil" Lampion mulai dinyalakan tepat jam 21:00. Belum terlalu gelap. Saat 22:00 setelah agak gelap, kami pulang. Capai juga
|  | Batal jalan jalan ke Kall (Vogelsang), kami ke Zoo Cologne, harga Tiket cukup mahal : 12 Eur. Selain binatang yg menarik bangunan, patung, tanaman. Tidak sempat difoto satu persatu.
Pohon pakai Rok Untuk melindungi kulit pohon dari "serpihan batu". (sedang ada pembangunan atau perbaikan rel kereta)
Patung Florian yang membantu memadamkan api (cerita menyusul ya)
Onta dan "teman-teman"nya, saya upload dibeberapa album dengan tag zoo , supaya tidak terlalu "besar" filenya.
Erdmännchen [Suricata suricatta | Slender-tailed Meerkat] lucu sekali mereka. Karena udara sudah mulai dingin, ada lampu penghangat. Mereka "berdiri" dibawah lampu.
|
|  | i want a better one. *Camera maksudku... ada 2-3 orang berburu foto. Dengan lensa yang panjang2. Tapi hasil "bidikan" saya diberi nilai "lumayan" dan kadang kadang "bagus" oleh karl |
  Bersama VBOB (apa ya terjemahannya ... perkumpulan pegawai negri Jerman ?) ke museum di Bonn. Dari 21. Juli 2006 sampai dengan 7. Januar 2007 dipamerkan hampir semua lukisan yang dikoleksi Guggenheim. Kira kira 200 karya klasik sampai modern dipamerkan.
Guggenheim Foundation
sekarang memiliki 5 Museum : New York, Bilbao, Venice, Berlin, Las Vegas.
Selama 1,5 jam kami di"giring" dari lukisan ke lukisan. Diterangkan juga bagaimana menikmati lukisan (yg kadang kadang buat aku semrawut )
lukisan Kandinsky masih lumayan, bisa saya nikmati. Tapi
ada beberapa lukisan abstrak yang bener bener kayak benang ruwet (misalnya lukisan Jackson Pollock). Masih mendingan lukisan "Piet Mondrian" yang bermain dengan warna dan bentuk geometris (gambar dari http://www.storyboardtoys.com/gallery/Piets-House-Large.jpg)
 Koleksi Guggenheim dirintis oleh Hilla von Rebay dan Solomon R. Guggenheim tahun 1937. Konsep dikembangkan bersama dengan Kandinsky, Bauer dan Nebel. Kalau ingin tahu lebih lanjut, Info ada di wikipedia.
Karya yang ada di Bonn saat ini antara lain: Paul Klee, Paul Klee, Franz Marc, Pablo Picasso, Fernand Léger, Robert Delaunay, Wassily Kandinsky, Alexander Calder, Edgar Degas, Joseph Beuys, Robert Rauschenberg, Mark Rothko, Richard Serra, Piet Mondrian, Oskar Kokoschka, Max Beckmann, Joan Miro.
(contoh : Picasso: Woman with yellow hair, diambil dari http://us.images.tlcollect.com/598565439/large/70010181179408.jpg) Bagi yang senang lukisan modern, kesempatan bagus, karena sekaligus melihat koleksi dari 5 museum Sebelnya, sebelum, masuk ruangan tas yang agak besar, mantel, kamera harus dititipkan. Peraturan dan penjagaan ketat. Tiap ruangan ada penjaga
|
Premium Account
==================== Ich übernehme keine Haftung für die Inhalte externer Links. Für den Inhalt der verlinkten Seiten sind ausschließlich deren Betreiber verantwortlich. ==================== Disclaimer: Referrals and links: I'am not responsible for any contents linked or referred to from his pages. If any damage occurs by the use of information resented there, only the author of the respective pages might be liable, not the one who has linked to these pages. Furthermore the author is not liable for any postings or messages published by users of discussion boards, guestbooks or mailinglists provided on his page. All pictures shown here are property of their photographers resp. the copyright holders. You are not allowed to copy pictures except with written permission of the copyright holders. If you believe that a picture is displayed unrightfully, please contact me, so that I can remove it. I don't take on responsibility or condone the contents of external links.
|