Berkat Rahmat Tuhan dan doa teman teman:
Perjalanan kami menyenangkan, dan kami selamat, dari bonn sampai Jakarta.
Kereta dari Siegburg berangkat tepat, dan dalam waktu kira kira 45 menit kami sdh tiba di Airport Frankfurt. (Kecepatan ICE sampai 300 Km/h) Jarak Siegburg-Frankfurt kira kira 150 km.
Check in di Kuwait Airways, penerbangan ke Jakarta dengan transit di Kuwait. Ceritanya, kami tidak diberi Boardingpass Kuwait - Jakarta, tetapi tiket diminta. Saya sedikit "tegang" ... tak ada apa apa di"tangan" yang membuktikan bahwa kami penumpang pesawat KU-JKT.
Setelah beradu argumen dan menunggu beberapa lama, kami mendapat boardingpass "tulisan tangan".
Pesawat ok, ada TV kecil di depan setiap kursi, dan tentu saja remote. Tetapi saya sedang "apes" , remote rusak (dan anehnya, mendapat remote rusak tidak hanya di penerbangan Frankfurt-Kuwait-Jakarta , tapi juga dan penerbangan balik ke Frankfurt. Rusaknya macam2, ada yg mesti di"congkel" pakai sendok supaya dapat keluar dari "sarang"nya di lengan kursi. Ada yang memang rusak, alias tak muncul gambar.
Kebetulan duduk disamping saya seorang student dari Jerman, tapi dibelakang saya duduk TKW entah kerja dinegara mana.
Sebelnya, selama jam tidur, saya terbangun beberapa kali, gara gara kaki yang me"nonjok" pinggang saya.
Minta maaf, pada Student disamping saya, yang kena pukul tanpa sengaja,
"Putri" , yang kira kira berusia 25 tahun, saya tegur malah melotot ... "kenapa ?" katanya, padahal sdh saya sentil , sudah dipukul kecil. Mau lapor ke pramugari males.... (malu juga nih, sesama indonesia)
ini lho fotonya, wajahnya ada di camera suami... karena dia yg demen "filmen"

Sesampai di Kuwait, pindah pesawat. Boardingpass tulisan tangan hampir tidak diterima. Setelah suami saya bilang ada "technical problem" di Frankfurt, baru mereka terima.
Di Kuwait bergabung beberapa orang Indonesia. Ada Student dari Mesir, ada TKI. Ada beberapa TKW yang harus bolak-balik ke transitdesk, gara gara tiket tak beres.
Kekuatiran kami dengan KU tak beralasan. Pesawat berangkat tepat waktu. Perlakuan ok ok saja. Hanya saja, kami memang mendengar beberapa petugas keamanan teriak2 .... entah omong apa ... kaga ngerti. Marah atau memang nada bicara mereka yang begitu.
Kami tiba di Jakarta tepat waktu. Adik saya dan temannya sudah menunggu. Setelah check in di Santika, kami diajak makan malam sebentar.

Sampai di hotel, idabaik, agungmbot dan sigitmbonk, sudah menanti. Mohon maaf ya... karena kami datang terlambat.
Tanggal 8.02.2008, pagi ADE dan BAYU berkunjung. Setelah itu datang Dian (adik sepupu) dan Mark adik saya, kami ke Taman Anggrek bersama Mark sekeluarga dan Dian + Tante Hen dan Andhika. Sampai jam 15:00, karena Karl ada janji pijit di Hotel. Malamnya dijemput menuju ke rumah Om. Hanya sebentar disana, melepas kangen, lalu balik ke hotel, karena ada janji dengan Dinar.
Tanggal 9 pagi, di tempat makan pagi ketemuan dengan Etiek Siera dan putranya Dede, datang juga Hans. Waktu cepat berlalu. Diantar Mark dan Lanny kami ke Bandara, untuk terbang menuju Semarang. Bayar Overweight di Garuda, 15 Kg (dapat kortingan 10 kg)
Foto2 yang lain akan di upload di album saja.
belum sempet.